Perkenalkan namaku Stella. Aku ckp terkenal sebagai artis baru yg multitalenta terutama di bidang hiburan Indonesia. Karir keartisanku berawal ketika sering tampil di panggung hiburan untuk bernyanyi dan menari sehingga lama kelamaan aku banyak dikenal orang dan mulai banyak fans yang mengidolakanku.
Aku mulai mengimbangi permainannya, dia tersenyum. aku tdk tau arti dari senyumannya itu... Aku pun mulai maju mundur dan tanpa sadar aku berteriak AKHHHHH dengan seksi, seperti teriakan suara seksiku diatas panggung...
"Katanya gak mau, sekarang malah menikmati."
"Jangan banyak omong, cepat puaskan hasrat seksualku." tanpa sadar kata itu terucap oleh mulutku...
Tanpa basa-basi dia langsung mempercepat penetrasinya dan dadaku pun bergoyang sesuai tempo genjotannya... dia menghisap payudaraku sambil menggenjot kemaluanku dengan cepat...
AHHHHHHHHHHHHH>>>>>>> Dia mencapai klimaksnya...
"Jangan dimasukin ke dalam....!!!!!!" Aku berteriak spontan....
Dia panik dan berusaha mengeluarkan batang kemaluannya dari vaginaku, akhirnya spermanya disemburkan setengah ke dalam vaginaku, dan sisanya mengaliri payudaraku serta sedikit muncratan ke wajahku....
"Cepat hisap sperma ini!!!" dia memberontak.
Dengan cepat aku menjilati sperma yang tersisa di batang kemaluannya. SLurrppppp slurrpppp.... Kentalnya sperma mencapai tanganku...
Rasa spermanya gurih dan agak asin....
Sperma yang ada ditubuhku kuratakan meski agak lengket!
Dia memaksaku untuk memeluknya dan aku pun menyambut pelukannya.... Kami berpelukan dalam kondisi bugil!!!
"Inilah yang dianamakan fans servis!" dia tiba-tiba berkata demikian namun aku hanya diam dan tertidur dipelukannya.
Beberapa saat kemudian aku terbangun dan menyadari hari sudah pagi. Tubuhku lemah dan disampingku pakaianku sudah kembali. Tanganku pun sudah terlepas dari ikatan tali yang mengekangku. Aku bergegas mengenakan pakaianku. Diluar mobilku sudah kembali normal dan ban mobilku sudah diperbaiki, mungkin olehnya. Kepalaku pusing. Aku cepat-cepat pulang.
THE END.

Banyak orang yg bilang kalo aku itu seksi dan menarik dihadapan fansku. Namun bagiku itu biasa saja karena sebagai artis sudah menjadi kewajibanku memberikan hiburan yag terbaik bagi mereka. Karena karakterku tersebut, mungkin kebanyakan fansku adalah laki-laki dan mereka sering memiliki fantasi untuk bercinta bersamaku.
Suatu hari aku bersama yang lain baru saja selesai melakukan pertunjukan. Karena staminaku yg terkuras habis karena banyak bergoyang, aku memutuskan untuk pulang dengan secepat mungkin ke rumah. Aku ingin cepat-cepat istirahat karena aku akan melakukan show esok hari dan aku harus melakukan recovery terlebih dulu.
Saat itu suasana malam hari dan kondisi jalan sudah sepi. Saat sudah memasuki 1/3 perjalanan tiba-tiba mobil yg aku kendarai tiba-tiba oleng dan aku memutuskan untuk berhenti dan memeriksa apa yang terjadi. Suasana saat itu sepi, dan aku mengecek ban mobil dan ternyata bannya kempes. Tiba-tiba tanpa sadar aku disekap dengan kain yang telah diberi dengan obat bius. seketika aku pun tidak sadarkan diri.
Beberapa jam kemudian aku tersadar, dan tiba-tiba aku merasa sangat kedinginan. Kepalaku agak pusing. Ternyata aku berada disuatu gudang terpencil yang aku sendiri tidak tahu letaknya dimana. Gudang itu remang-remang dan saat kuperhatikan ternyata pakaian luarku sudah dilepas dan aku hanya mengenakan bra dan celana dalam saja. Selain itu tanganku sudah terikat dan mulutku ditutup dengan plester. Aku ingin menangis dan berteriak kencang mungkin namun semua itu sia-sia.
Dari kegelapan tiba-tiba aku melihat seseorang laki-laki yg sebaya dgnku dan datang menghampiriku. Saat kuperhatikan dgn seksama wajahnya, aku seperti mengenalnya dan wajahnya sering aku jumpai. Oh ya, aku ingat, dia adalah salah satu fansku yang sering berada didekat panggung untuk memperhatikanku.
"Ternyata tubuhmu mulus sekali Stella," ujarnya sambil meraba tanganku. gerakannya langsung kusambut refleks cepat menghindar.
"Jangan sok menghindar gitu ah," tiba-tiba dia mencium pipi kananku sembari tangannya menyentuh halus rambutku.
"Aku sering memperhatikanmu dari tiap showmu dan aku berharap aku dapat menikmati tubuhmu itu dan kini semuanya ada di depan mataku. Hahahahaha..."
Tiba-tiba lelaki itu melepaskan semua baju yang dikenakannya dan dia kini tampil telanjang bulat di depanku. Aku pun sontak memalingkan wajah ke arah lain, tak ingin aku melihat pria bertelanjang didepanku.
Beberapa jam kemudian aku tersadar, dan tiba-tiba aku merasa sangat kedinginan. Kepalaku agak pusing. Ternyata aku berada disuatu gudang terpencil yang aku sendiri tidak tahu letaknya dimana. Gudang itu remang-remang dan saat kuperhatikan ternyata pakaian luarku sudah dilepas dan aku hanya mengenakan bra dan celana dalam saja. Selain itu tanganku sudah terikat dan mulutku ditutup dengan plester. Aku ingin menangis dan berteriak kencang mungkin namun semua itu sia-sia.
Dari kegelapan tiba-tiba aku melihat seseorang laki-laki yg sebaya dgnku dan datang menghampiriku. Saat kuperhatikan dgn seksama wajahnya, aku seperti mengenalnya dan wajahnya sering aku jumpai. Oh ya, aku ingat, dia adalah salah satu fansku yang sering berada didekat panggung untuk memperhatikanku.
"Ternyata tubuhmu mulus sekali Stella," ujarnya sambil meraba tanganku. gerakannya langsung kusambut refleks cepat menghindar.
"Jangan sok menghindar gitu ah," tiba-tiba dia mencium pipi kananku sembari tangannya menyentuh halus rambutku.
"Aku sering memperhatikanmu dari tiap showmu dan aku berharap aku dapat menikmati tubuhmu itu dan kini semuanya ada di depan mataku. Hahahahaha..."
Tiba-tiba lelaki itu melepaskan semua baju yang dikenakannya dan dia kini tampil telanjang bulat di depanku. Aku pun sontak memalingkan wajah ke arah lain, tak ingin aku melihat pria bertelanjang didepanku.

Seketika dia mendekati mulutku dan melepaskan plester yang membungkus mulutku.
"Toloooonggggg.... Toloooooongggggggggg..." aku berteriak sekencang mungkin.
"Hahahahahahaaaaaa.... Percuma Stel, percuma... Kau tak tau tempat ini jauh dari keramaian dan disini hanya ada kita berdua yang akan bercinta...."
"Lepaskan tanganku bodoh!!! Cepat."
"Jangan marah-marah gitu dong, tanganmu pasti akan ku lepaskan, tapi sebelum itu aku ingin melepaskan hasrat seksualku terlebih dulu,,,, hahahahah...."
Tiba-tiba dia menarik tanganku dan menyuruhku berdiri mendekati suatu tiang.
"Aku ingin kamu striptis di hadapanku. Ayo." Musik disko pun berdentum diputar oleh fans tersebut.
Aku menolak dgn menggeleng-geleng, namun dia berteriak memaksa sambil mengeluarkan pisau. Aku pun berliuk-liuk dengan menggoda mengelilingi tiang menari striptis. Dia terlihat puas dgn aura sensual yang terpancar dari diriku.
Berselang beberapa menit dia menghampiriku dan mengulum bibirku dengan cepat. Aku mencoba meronta namun dia memaksa untuk melumat bibir seksiku. dia pun ikut bergoyang meladeni tarian striptisku. Kami berdua menari striptis sambil mengulum bibir satu sama lain.
Perlahan lahan dia melepaskan bra ku... aku berteriak namun dia menyuruhku tetap diam dan menikmati apa yang dilakukannya dan aku tidak dapat menolak dan terus menari striptis bersamanya. Ohhhhh... bra pun terlepas dan payudaraku kini bergerak liar bersama dengan tarian striptisku...
Akhhhhhh... tiba-tiba dia melahap kedua payudaraku yang sintal dan menjilatinya dengan halus satu persatu... Aku mulai terangsang.... Inikah yg dinamakan nikmatnya bercinta... Auuuuuuu.... tiba-tiba dia mnggigit putingku... rasanya sedikit nyeri namun lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan goyangan lidahnya...
Setelah puas menjilati payudaraku, dia kemudian menarik tubuhku ke suatu kasur seperti matras dan menolakkan tubuhku ke situ... Aku tertegun dan sedikit takut dengan apa yang akan dilakukannya.... Ternyata dia ikut merebahkan tubuhnya dan kini dia berada tepat diatas tubuhku...
"Toloooonggggg.... Toloooooongggggggggg..." aku berteriak sekencang mungkin.
"Hahahahahahaaaaaa.... Percuma Stel, percuma... Kau tak tau tempat ini jauh dari keramaian dan disini hanya ada kita berdua yang akan bercinta...."
"Lepaskan tanganku bodoh!!! Cepat."
"Jangan marah-marah gitu dong, tanganmu pasti akan ku lepaskan, tapi sebelum itu aku ingin melepaskan hasrat seksualku terlebih dulu,,,, hahahahah...."
Tiba-tiba dia menarik tanganku dan menyuruhku berdiri mendekati suatu tiang.
"Aku ingin kamu striptis di hadapanku. Ayo." Musik disko pun berdentum diputar oleh fans tersebut.
Aku menolak dgn menggeleng-geleng, namun dia berteriak memaksa sambil mengeluarkan pisau. Aku pun berliuk-liuk dengan menggoda mengelilingi tiang menari striptis. Dia terlihat puas dgn aura sensual yang terpancar dari diriku.
Berselang beberapa menit dia menghampiriku dan mengulum bibirku dengan cepat. Aku mencoba meronta namun dia memaksa untuk melumat bibir seksiku. dia pun ikut bergoyang meladeni tarian striptisku. Kami berdua menari striptis sambil mengulum bibir satu sama lain.
Perlahan lahan dia melepaskan bra ku... aku berteriak namun dia menyuruhku tetap diam dan menikmati apa yang dilakukannya dan aku tidak dapat menolak dan terus menari striptis bersamanya. Ohhhhh... bra pun terlepas dan payudaraku kini bergerak liar bersama dengan tarian striptisku...
Akhhhhhh... tiba-tiba dia melahap kedua payudaraku yang sintal dan menjilatinya dengan halus satu persatu... Aku mulai terangsang.... Inikah yg dinamakan nikmatnya bercinta... Auuuuuuu.... tiba-tiba dia mnggigit putingku... rasanya sedikit nyeri namun lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan goyangan lidahnya...
Setelah puas menjilati payudaraku, dia kemudian menarik tubuhku ke suatu kasur seperti matras dan menolakkan tubuhku ke situ... Aku tertegun dan sedikit takut dengan apa yang akan dilakukannya.... Ternyata dia ikut merebahkan tubuhnya dan kini dia berada tepat diatas tubuhku...

Tanpa basa basi dia langsung mencumbu dari rambutku, kening, pipiku, bibir, leherku, payudaraku, pusarku dan aku merasa sangat geli dengan perlakuannya itu... sampai kemudian dia menarik CD ku dengan paksa....
"Jangaaaannnn...."aku berteriak kencang.
"Tolong jangan lakukan itu. Aku ini masih perawan. Jangan lakukan itu."
"Hahahaha... aku akan mengajarkanmu bagaimana melakukan hubungan intim. Jangan takut, ini akan sedikit terasa sakit di awal dan nanti kau akan menikmatinya Stella!"
Kemudian dia menarik CD ku sampai terlepas dan kini aku dalam keadaan terbaring telanjang bulat dan diatas tubuhku berbaring gagah seorang fans dgn kondisi telanjang bulat pula....
Hmmmmm... Ahhhhh.... dia menciumi bagian intimku yang masih rapat itu... Air mataku pun mengalir... Aku akan digagahi oleh seorang fansku... betapa hinanya diriku ini...
Kondisi cepat berubah, dia menarik tubuhku dan memegang kepalaku.
"Cepat hisap batang kemaluanku, aku ingin merasakan ******ku dihisap oleh seorang yang sangat kudamba-dambakan diatas panggung."
Lalu dia memaksaku membuka mulutku dan dia langsung memasukkan batangnya itu ke dalam. Besar sekali batangnya. Aku pun tersedak karena baru pertama kali ini melakukannya.
"Ampun, jangan lakukan ini padaku. Ampun" Aku memohon padanya.
"Cepat hisap ahhhh..." dia tidak menggubris permintaanku sambil memaksakan lagi mulutku menghisao batangnya...
HMMMHMMMMHMMMHMMMMMM>>>> AHHHHHHHH
Ternyata aku dapat mengimbanginya meski batangnya masuk hampir menuju tenggorokanku namun dia sepertinya puas dengan servis oral yang kuberikan...
"Jangaaaannnn...."aku berteriak kencang.
"Tolong jangan lakukan itu. Aku ini masih perawan. Jangan lakukan itu."
"Hahahaha... aku akan mengajarkanmu bagaimana melakukan hubungan intim. Jangan takut, ini akan sedikit terasa sakit di awal dan nanti kau akan menikmatinya Stella!"
Kemudian dia menarik CD ku sampai terlepas dan kini aku dalam keadaan terbaring telanjang bulat dan diatas tubuhku berbaring gagah seorang fans dgn kondisi telanjang bulat pula....
Hmmmmm... Ahhhhh.... dia menciumi bagian intimku yang masih rapat itu... Air mataku pun mengalir... Aku akan digagahi oleh seorang fansku... betapa hinanya diriku ini...
Kondisi cepat berubah, dia menarik tubuhku dan memegang kepalaku.
"Cepat hisap batang kemaluanku, aku ingin merasakan ******ku dihisap oleh seorang yang sangat kudamba-dambakan diatas panggung."
Lalu dia memaksaku membuka mulutku dan dia langsung memasukkan batangnya itu ke dalam. Besar sekali batangnya. Aku pun tersedak karena baru pertama kali ini melakukannya.
"Ampun, jangan lakukan ini padaku. Ampun" Aku memohon padanya.
"Cepat hisap ahhhh..." dia tidak menggubris permintaanku sambil memaksakan lagi mulutku menghisao batangnya...
HMMMHMMMMHMMMHMMMMMM>>>> AHHHHHHHH
Ternyata aku dapat mengimbanginya meski batangnya masuk hampir menuju tenggorokanku namun dia sepertinya puas dengan servis oral yang kuberikan...

Selesai ku oral, dia kembali membaringkan tubuhku . Dia mundur beberapa langkah lalu berlari menuju tubuhku seperti harimau menerkam mangsanya...
AHHHHHHHHHHH... Blesssssssssssssssssss..... AUUUUUUUUUUUUUU....
Suara itu terdengar ketika batang kemaluannya memasuki bagian clitoris vaginaku.... mataku ingin terbelalak rasanya.... sakit sekali rasanya...
Dia kemudian mendiamkan batang kemaluannya merasuki kemaluanku beberapa saat. Matanya terpejam... dia tahu rasa sakit yg kurasakan...
Aku terangsang dan cairan kemaluanku keluar bersama darah perawan yang mengaliri selangkanganku...
Aku tidak perawan lagi!!! Tidak, Iya, aku sudah tidak perawan!!!
Tiba-tiba dia langsung menggenjjot kemaluanku maju mundur... AHHHH AHHH AHHH... Aku menitikkan air mata...
Aku ternoda oleh fansku.... Tapi... tapi.... INI NIKMAT SEKALI RASANYA!!!! Aku mulai bingung apakah aku menolak atau justru menikmatinya!
AHHHHHHHHHHH... Blesssssssssssssssssss..... AUUUUUUUUUUUUUU....
Suara itu terdengar ketika batang kemaluannya memasuki bagian clitoris vaginaku.... mataku ingin terbelalak rasanya.... sakit sekali rasanya...
Dia kemudian mendiamkan batang kemaluannya merasuki kemaluanku beberapa saat. Matanya terpejam... dia tahu rasa sakit yg kurasakan...
Aku terangsang dan cairan kemaluanku keluar bersama darah perawan yang mengaliri selangkanganku...
Aku tidak perawan lagi!!! Tidak, Iya, aku sudah tidak perawan!!!
Tiba-tiba dia langsung menggenjjot kemaluanku maju mundur... AHHHH AHHH AHHH... Aku menitikkan air mata...
Aku ternoda oleh fansku.... Tapi... tapi.... INI NIKMAT SEKALI RASANYA!!!! Aku mulai bingung apakah aku menolak atau justru menikmatinya!
Aku mulai mengimbangi permainannya, dia tersenyum. aku tdk tau arti dari senyumannya itu... Aku pun mulai maju mundur dan tanpa sadar aku berteriak AKHHHHH dengan seksi, seperti teriakan suara seksiku diatas panggung...
"Katanya gak mau, sekarang malah menikmati."
"Jangan banyak omong, cepat puaskan hasrat seksualku." tanpa sadar kata itu terucap oleh mulutku...
Tanpa basa-basi dia langsung mempercepat penetrasinya dan dadaku pun bergoyang sesuai tempo genjotannya... dia menghisap payudaraku sambil menggenjot kemaluanku dengan cepat...
AHHHHHHHHHHHHH>>>>>>> Dia mencapai klimaksnya...
"Jangan dimasukin ke dalam....!!!!!!" Aku berteriak spontan....
Dia panik dan berusaha mengeluarkan batang kemaluannya dari vaginaku, akhirnya spermanya disemburkan setengah ke dalam vaginaku, dan sisanya mengaliri payudaraku serta sedikit muncratan ke wajahku....
"Cepat hisap sperma ini!!!" dia memberontak.
Dengan cepat aku menjilati sperma yang tersisa di batang kemaluannya. SLurrppppp slurrpppp.... Kentalnya sperma mencapai tanganku...
Rasa spermanya gurih dan agak asin....
Sperma yang ada ditubuhku kuratakan meski agak lengket!
Dia memaksaku untuk memeluknya dan aku pun menyambut pelukannya.... Kami berpelukan dalam kondisi bugil!!!
"Inilah yang dianamakan fans servis!" dia tiba-tiba berkata demikian namun aku hanya diam dan tertidur dipelukannya.
Beberapa saat kemudian aku terbangun dan menyadari hari sudah pagi. Tubuhku lemah dan disampingku pakaianku sudah kembali. Tanganku pun sudah terlepas dari ikatan tali yang mengekangku. Aku bergegas mengenakan pakaianku. Diluar mobilku sudah kembali normal dan ban mobilku sudah diperbaiki, mungkin olehnya. Kepalaku pusing. Aku cepat-cepat pulang.
THE END.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar