Kali ini kami akan menceritakan seorang public figure new comer di industri music dan entertainment. Shania Julia, atau lebih kita kenal sebagai Shania. Wajahnya yang damai dan tidak membosankan, sempurna dengan kedua lesung pipitnya.
Malam itu Shania hanya ditemani oleh seorang pembantunya. Ortu dan saudaranya kebetulan juga sedang keluar kota. Shania sebenarnya ingin ikut dengan mereka, tapi ia ada tugas di teater. Hari telah malam, sepulang diantar Stella dari teater, Shania pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk pergi tidur, ia pun mencuci mukanya, dan mengenakan daster yang terbuat dari sutra berwarna biru muda. Shania sungguh terlihat sexy dengan pakaian tidurnya itu. Tubuhnya terlihat indah dibalik kain sutra tipis itu, kedua payudaranya yang meskipun tidak terlalu besar tapi kencang dan padat, nampak menonjol jelas, benar-benar cantik dan sexy.
Ketika Shania sudah masuk kamar dan bersiap akan tidur, ia mendengar bel berbunyi, tetapi ia tidak mempedulikannya. Hmm, biar saja pembantu yang membukakan, pikir Shania dalam hati. Tidak lama kemudian Shania terkejut mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah seperti ada orang yang sedang berkelahi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya Shania saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat segerombolan lelaki tak dikenal sedang mengobrak-abrik ruangan tengah rumahnya sembari berteriak-teriak, mereka semua terlihat membawa parang yang terhunus.
Melihat itu Shania mencoba masuk kembali kedalam kamarnya, tetapi terlambat seorang rampok segera menangkap Shania dan membekapnya dari belakang"Mau kemana Kamu Jangan macam-macam ya Nanti saya bunuh kamuu", bentak rampok itu.
Shania mencoba meronta dan berteriak minta tolong.
"Toloong, tooloong, maliing.. maliing".
"PLAAKK", tiba-tiba belum selesai ia berteriak, sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
"DIAM KAMU!, atau saya gorok leher kamu".
Mendengar itu Shania terdiam ketakutan.
Rampok itu segera mengikat tangan Shania dengan seutas tali dan didudukannya Shania dilantai dekat kamarnya. Para rampok itu segera sibuk menjarah segala yang berharga di rumah tersebut, mereka masuk kedalam kamar dan menjarah Handphone, jam tangan perhiasan, dan sejumlah uang.
"Hei. ini kan Shania, anggota idol grup itu man" seorang rampok yang kebetulan sering menonton TV mengenalinya.
"Gila beruntung banget gue. Shania sayang, tiap kali liat elo di TV gue pasti sambil ngocok nih kontol. Gue gak tahan pengin tau rasanya nunggangin elo Shania".
Shania terkejut mendengarnya.
"Boleh juga kita pesta sebentar" kata rampok tersebut sembari memandangi Shania yang ketakutan.
Semua teman-temannya yang berjumlah 7 orang berteriak setuju.
Mendengar itu, rampok tadi tersenyum dan berkata kepada Shania"Ya udah kalo gitu manis, terpaksa kami cobain sekalian tubuh Non", ujarnya sambil tersenyum dan membelai wajah Shania yang cantik.
Dipandanginya sebentar Shania yang gemetaran ketakutan.
"Kamu emang cantik, gua terangsang juga nih. Ngeliat body lu."
Rampok itu mulai menggerayangi buah dada Shania yang hanya dilapisi kain sutra halus tipis itu. Shania mencoba melawan dan meronta.
"Jangan Pak jangan ampunn, jangan, aduuh, jangaan paak& ampuunn jangan perkosa saya, ampuun", tangis Shania.
Mereka hanya tertawa mendengar tangisan Shania dan membuat mereka semakin bernafsu. Rampok yang tadi terus menggerayangi payudara Shania yang montok dan empuk itu dengan kedua tangannya.
Dengan penuh nafsu, ia meremas-remas susu Shania selama kurang lebih 3 menit, lalu ia mencoba menyingkapkan bawahan daster Shania yang memang mini itu, sehingga terlihat paha mulus Shania.
"Gila men pahanya putih banget, mulus lagi kaya sutra".
Rampok itu mengelus perlahan paha indah tersebut, lalu meremas dan menjilatinya. Kemudian ia membopong tubuh Shania dan membawanya ke kamar lalu direbahkannya gadis malang itu di ranjang. Rampok yang lain pun turut serta masuk ke kamar, nampaknya mereka akan berpesta pora dengan tubuh seorang gadis idola yang mempunyai ribuan fans di seluruh Indonesia itu.
Seorang rampok yang berdiri di pinggir ranjang mulai membuka bajunya, terlihat tubuhnya yang berkulit hitam legam penuh dengan tato. Nampaknya ia adalah ketua gerombolan perampok ini. Kemudian ia perlahan naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya diatas tubuh Shania yang tergolek tidak berdaya. Rampok itu mulai memeluk dan menciumi wajah Shania tercium olehnya wangi tubuh Shania yang segar dan sungguh membuat nafsu bergejolak. Rampok tersebut semakin cepat mencumbu Shania sembari tangannya terus menggerayangi payudara dan selangkangan Shania.
Tidak lama kemudian, rampok itu tidak sabar lagi, dirobeknya daster sutra itu.
Ia sungguh-sungguh terpesona dengan pemandangan di depan matanya, Shania yang sudah tidak mengenakan BH, terlihat sepasang payudara indah milik seorang gadis yang cantik tegak lengkap dengan pentilnya yang berwarna coklat muda Shania hanya mengenakan CD G-string putih, sehingga sepertinya celana dalam itu hanya menutupi vaginanya dan pantatnya dibiarkan bebas terbuka, sungguh membuat semua rampok itu menelan air liur ingin mencoba tubuh Shania.
Kembali rampok itu beraksi, kali ini kedua payudara Shania yang dikerjain habis-habisan. Diremas-remas, dipijat-pijat, bahkan ia sampai mencubit kedua puting mungil itu dan menariknya keatas lalu melepasnya, sehingga kedua susu Shania terguncang. Sepertinya perampok itu ingin mengetes tingkat kekenyalan dan kepadatan payudara Shania.
"Oouuhh, mmhh", Shania hanya bisa melenguh pasrah menahan derita kenikmatan sekaligus rasa sakit pada kedua buah dadanya.
Rampok itu melanjutkan aksinya dengan menciumi dan menjilat payudara Shania mulai dari lembah sampai ke puncaknya. Sampai di puncak, ia menghisap dan mengulum pentil itu dengan penuh semangat sampai terkadang saking gemasnya ia gigit pentil Shania.
"Aahh, ampunn. pakk. mphh. janggann", Shania terus teriak sambil meronta.
Puas dengan gunung kembar itu, rampok tersebut mulai berpindah sasaran kali ini ia segera melucuti celana dalam Shania. Ia pun kembali terpana melihat vagina Shania yang indah hanya ditutupi bulu-bulu halus, Tidak tahan lagi rampok tersebut segera menyerang vagina itu dengan lidahnya Dibentangkannya kaki Shania lebar-lebar, ia pun segera menukik menyerang selangkangan Shania yang sudah wide open itu. Lidah tersebut bergerak lincah ke segala arah menjelajahi vagina Shania.
"Oohh, giillaa. oouhh. jaanngaa..aann ommm".
Permainan itu berlangsung kira-kira 5 menit, lalu rampok itu maju ke babak berikutnya. Kali ini giliran Shania yang beraksi.
Malam itu Shania hanya ditemani oleh seorang pembantunya. Ortu dan saudaranya kebetulan juga sedang keluar kota. Shania sebenarnya ingin ikut dengan mereka, tapi ia ada tugas di teater. Hari telah malam, sepulang diantar Stella dari teater, Shania pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk pergi tidur, ia pun mencuci mukanya, dan mengenakan daster yang terbuat dari sutra berwarna biru muda. Shania sungguh terlihat sexy dengan pakaian tidurnya itu. Tubuhnya terlihat indah dibalik kain sutra tipis itu, kedua payudaranya yang meskipun tidak terlalu besar tapi kencang dan padat, nampak menonjol jelas, benar-benar cantik dan sexy.
Ketika Shania sudah masuk kamar dan bersiap akan tidur, ia mendengar bel berbunyi, tetapi ia tidak mempedulikannya. Hmm, biar saja pembantu yang membukakan, pikir Shania dalam hati. Tidak lama kemudian Shania terkejut mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah seperti ada orang yang sedang berkelahi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya Shania saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat segerombolan lelaki tak dikenal sedang mengobrak-abrik ruangan tengah rumahnya sembari berteriak-teriak, mereka semua terlihat membawa parang yang terhunus.
Melihat itu Shania mencoba masuk kembali kedalam kamarnya, tetapi terlambat seorang rampok segera menangkap Shania dan membekapnya dari belakang"Mau kemana Kamu Jangan macam-macam ya Nanti saya bunuh kamuu", bentak rampok itu.
Shania mencoba meronta dan berteriak minta tolong.
"Toloong, tooloong, maliing.. maliing".
"PLAAKK", tiba-tiba belum selesai ia berteriak, sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
"DIAM KAMU!, atau saya gorok leher kamu".
Mendengar itu Shania terdiam ketakutan.
Rampok itu segera mengikat tangan Shania dengan seutas tali dan didudukannya Shania dilantai dekat kamarnya. Para rampok itu segera sibuk menjarah segala yang berharga di rumah tersebut, mereka masuk kedalam kamar dan menjarah Handphone, jam tangan perhiasan, dan sejumlah uang.
"Hei. ini kan Shania, anggota idol grup itu man" seorang rampok yang kebetulan sering menonton TV mengenalinya.
"Gila beruntung banget gue. Shania sayang, tiap kali liat elo di TV gue pasti sambil ngocok nih kontol. Gue gak tahan pengin tau rasanya nunggangin elo Shania".
Shania terkejut mendengarnya.
"Boleh juga kita pesta sebentar" kata rampok tersebut sembari memandangi Shania yang ketakutan.
Semua teman-temannya yang berjumlah 7 orang berteriak setuju.
Mendengar itu, rampok tadi tersenyum dan berkata kepada Shania"Ya udah kalo gitu manis, terpaksa kami cobain sekalian tubuh Non", ujarnya sambil tersenyum dan membelai wajah Shania yang cantik.
Dipandanginya sebentar Shania yang gemetaran ketakutan.
"Kamu emang cantik, gua terangsang juga nih. Ngeliat body lu."
Rampok itu mulai menggerayangi buah dada Shania yang hanya dilapisi kain sutra halus tipis itu. Shania mencoba melawan dan meronta.
"Jangan Pak jangan ampunn, jangan, aduuh, jangaan paak& ampuunn jangan perkosa saya, ampuun", tangis Shania.
Mereka hanya tertawa mendengar tangisan Shania dan membuat mereka semakin bernafsu. Rampok yang tadi terus menggerayangi payudara Shania yang montok dan empuk itu dengan kedua tangannya.
Dengan penuh nafsu, ia meremas-remas susu Shania selama kurang lebih 3 menit, lalu ia mencoba menyingkapkan bawahan daster Shania yang memang mini itu, sehingga terlihat paha mulus Shania.
"Gila men pahanya putih banget, mulus lagi kaya sutra".
Rampok itu mengelus perlahan paha indah tersebut, lalu meremas dan menjilatinya. Kemudian ia membopong tubuh Shania dan membawanya ke kamar lalu direbahkannya gadis malang itu di ranjang. Rampok yang lain pun turut serta masuk ke kamar, nampaknya mereka akan berpesta pora dengan tubuh seorang gadis idola yang mempunyai ribuan fans di seluruh Indonesia itu.
Seorang rampok yang berdiri di pinggir ranjang mulai membuka bajunya, terlihat tubuhnya yang berkulit hitam legam penuh dengan tato. Nampaknya ia adalah ketua gerombolan perampok ini. Kemudian ia perlahan naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya diatas tubuh Shania yang tergolek tidak berdaya. Rampok itu mulai memeluk dan menciumi wajah Shania tercium olehnya wangi tubuh Shania yang segar dan sungguh membuat nafsu bergejolak. Rampok tersebut semakin cepat mencumbu Shania sembari tangannya terus menggerayangi payudara dan selangkangan Shania.
Tidak lama kemudian, rampok itu tidak sabar lagi, dirobeknya daster sutra itu.
Ia sungguh-sungguh terpesona dengan pemandangan di depan matanya, Shania yang sudah tidak mengenakan BH, terlihat sepasang payudara indah milik seorang gadis yang cantik tegak lengkap dengan pentilnya yang berwarna coklat muda Shania hanya mengenakan CD G-string putih, sehingga sepertinya celana dalam itu hanya menutupi vaginanya dan pantatnya dibiarkan bebas terbuka, sungguh membuat semua rampok itu menelan air liur ingin mencoba tubuh Shania.
Kembali rampok itu beraksi, kali ini kedua payudara Shania yang dikerjain habis-habisan. Diremas-remas, dipijat-pijat, bahkan ia sampai mencubit kedua puting mungil itu dan menariknya keatas lalu melepasnya, sehingga kedua susu Shania terguncang. Sepertinya perampok itu ingin mengetes tingkat kekenyalan dan kepadatan payudara Shania.
"Oouuhh, mmhh", Shania hanya bisa melenguh pasrah menahan derita kenikmatan sekaligus rasa sakit pada kedua buah dadanya.
Rampok itu melanjutkan aksinya dengan menciumi dan menjilat payudara Shania mulai dari lembah sampai ke puncaknya. Sampai di puncak, ia menghisap dan mengulum pentil itu dengan penuh semangat sampai terkadang saking gemasnya ia gigit pentil Shania.
"Aahh, ampunn. pakk. mphh. janggann", Shania terus teriak sambil meronta.
Puas dengan gunung kembar itu, rampok tersebut mulai berpindah sasaran kali ini ia segera melucuti celana dalam Shania. Ia pun kembali terpana melihat vagina Shania yang indah hanya ditutupi bulu-bulu halus, Tidak tahan lagi rampok tersebut segera menyerang vagina itu dengan lidahnya Dibentangkannya kaki Shania lebar-lebar, ia pun segera menukik menyerang selangkangan Shania yang sudah wide open itu. Lidah tersebut bergerak lincah ke segala arah menjelajahi vagina Shania.
"Oohh, giillaa. oouhh. jaanngaa..aann ommm".
Permainan itu berlangsung kira-kira 5 menit, lalu rampok itu maju ke babak berikutnya. Kali ini giliran Shania yang beraksi.

Sang rampok menbuka celana dalamnya sendiri. Terlihat batang penisnya yang hitam sudah benar-benar berdiri menunggu giliran, dikocok-kocoknya sebentar batang itu. Lalu diarahkannya ke wajah Shania. Digesek-gesekkannya batang penis itu di wajah cantik Shania. Shania tidak bisa menolak, ia hanya pasrah membiarkan batang itu bergesekan dengan wajahnya. Setelah itu sang rampok memaksa Shania untuk membuka mulutnya.
"HEH Buka mulut loe ayo isap, AYOO"
Shania dengan perlahan membuka mulutnya, segera saja rudal rampok itu masuk kedalam mulutnya dan bergerak maju mundur di dalam mulut Shania. Hei ayo goyangin lidah lu, jilat dan isap penis gua. Mendengar itu Shania mematuhinya, ia mulai menjilat batang penis itu dengan perlahan. Rampok itu semakin cepat menggoyangkan pinggulnya di hadapan wajah Shania.
Setelah puas, ia langsung mencoba menyerang bibir Shania yang satu lagi yang berada di selangkangan. Diarahkannya rudal itu ke lobang kenikmatan Shania akhirnya berhasil diterobos juga, penis hitam dan besar itu akhirnya berhasil keluar masuk di vagina Shania. Pertama-tama gerakannya perlahan tetapi lama kelamaan semakin cepat dan brutal, ia tidak mempunyai rasa kasihan kepada Shania yang berteriak kesakitan karena dimasuki oleh penis yang begitu besar.
"Euh, eanaak ayo neng, teruss, enaak, uuh", gumam sang rampok sembari memompa vagina Shania, Sementara kedua tangan rampok bersandar di payudara Shania, Sembari sesekali dipilin-pilinnya pentil Shania
Sungguh pemandangan yang mengundang hawa nafsu, seorang gadis muda cantik tinggi berkulit putih bersih dan telanjang bulat berada di posisi bawah ditindih seorang preman yang bertato. Mendapat perlakuan itu Shania hanya bisa menggeliat menahan sakit dan rangsangan yang begitu hebat. Tetapi ia mencoba bertahan untuk tidak orgasme, walau dipompa sedemikian rupa oleh penis sang rampok. 20 menit kemudian, sang rampok tidak tahan lagi, akhirnya ia memuntahkan air maninya didalam vagina Shania.
"Euuh. euuhh, entott. sstt aah. pejuhh. gua ngecrot aah. enaak", Gumam sang rampok sembari penisnya memuntahkan lahar putihnya itu.
Tubuh sang rampok terlihat berkelejotan saat berejakulasi, Nampak benar-benar nikmat sekali orgasme sang rampok Rampok itu masih terdiam di atas tubuh Shania dan membiarkan penisnya tetap berada di dalam vagina Shania untuk beberapa saat untuk merasakan denyutan otot-otot ronga vagina Shania yang menjepit penisnya. Ia membiarkan sisa-sisa spermanya untuk keluar sampai tetes sperma terakhir, lalu ia mulai menarik keluar penisnya dari vagina Shania, tampak penisnya yang sudah mengecil itu masih basah karena semprotan air maninya sendiri dan cairan vagina Shania.
"HEH Buka mulut loe ayo isap, AYOO"
Shania dengan perlahan membuka mulutnya, segera saja rudal rampok itu masuk kedalam mulutnya dan bergerak maju mundur di dalam mulut Shania. Hei ayo goyangin lidah lu, jilat dan isap penis gua. Mendengar itu Shania mematuhinya, ia mulai menjilat batang penis itu dengan perlahan. Rampok itu semakin cepat menggoyangkan pinggulnya di hadapan wajah Shania.
Setelah puas, ia langsung mencoba menyerang bibir Shania yang satu lagi yang berada di selangkangan. Diarahkannya rudal itu ke lobang kenikmatan Shania akhirnya berhasil diterobos juga, penis hitam dan besar itu akhirnya berhasil keluar masuk di vagina Shania. Pertama-tama gerakannya perlahan tetapi lama kelamaan semakin cepat dan brutal, ia tidak mempunyai rasa kasihan kepada Shania yang berteriak kesakitan karena dimasuki oleh penis yang begitu besar.
"Euh, eanaak ayo neng, teruss, enaak, uuh", gumam sang rampok sembari memompa vagina Shania, Sementara kedua tangan rampok bersandar di payudara Shania, Sembari sesekali dipilin-pilinnya pentil Shania
Sungguh pemandangan yang mengundang hawa nafsu, seorang gadis muda cantik tinggi berkulit putih bersih dan telanjang bulat berada di posisi bawah ditindih seorang preman yang bertato. Mendapat perlakuan itu Shania hanya bisa menggeliat menahan sakit dan rangsangan yang begitu hebat. Tetapi ia mencoba bertahan untuk tidak orgasme, walau dipompa sedemikian rupa oleh penis sang rampok. 20 menit kemudian, sang rampok tidak tahan lagi, akhirnya ia memuntahkan air maninya didalam vagina Shania.
"Euuh. euuhh, entott. sstt aah. pejuhh. gua ngecrot aah. enaak", Gumam sang rampok sembari penisnya memuntahkan lahar putihnya itu.
Tubuh sang rampok terlihat berkelejotan saat berejakulasi, Nampak benar-benar nikmat sekali orgasme sang rampok Rampok itu masih terdiam di atas tubuh Shania dan membiarkan penisnya tetap berada di dalam vagina Shania untuk beberapa saat untuk merasakan denyutan otot-otot ronga vagina Shania yang menjepit penisnya. Ia membiarkan sisa-sisa spermanya untuk keluar sampai tetes sperma terakhir, lalu ia mulai menarik keluar penisnya dari vagina Shania, tampak penisnya yang sudah mengecil itu masih basah karena semprotan air maninya sendiri dan cairan vagina Shania.

Lalu ia memberikan kesempatan kepada teman-temannya yang lain. Rekan rampok yang lain bergerak maju, kali ini ia menyerang Shania dari belakang. Diserangnya anus Shania dengan gencar. Posisi Shania sekarang seperti anjing yang sedang kawin, Rampok itu dengan kasar memasukkan penisnya ke lubang anus Shania yang sangat sempit karena pantatnya yang kecil. Shania hanya bisa mengerang kesakitan. Tubuhnya bergerak-gerak akibat hentakan sang rampok sampai-sampai payudaranya pun terbanting-banting akibat goyangan sang rampok, Rampok tersebut memegangi kedua bongkah pantat Shania agar tetap terarah sesekali ia tampar pantat Shania seperti layaknya memecut pantat kuda. Hngga pantat Shania memerah panas.
Goyangan sang rampok semakin cepat, lalu tangan kirinya menjambak rambut Shania ke arah belakang. Lalu ditariknya tubuh Shania sampai punggung Shania telah menempel di dada sang rampok. Sang rampok segera menggerayangi payudara Shania dari belakang sambil ia menciumi leher Shania yang sexy. Dengan penis yang masih mengenjot dubur Shania. Kumis sang rampok yang tebal mencucuki leher Shania, sehingga ia merasa geli. Shania hanya bisa memejamkan mata menahan derita itu sambil sesekali merintih, dan mendesah sehingga desahannya semakin merangsang semua rampok yang ada dikamar tersebut.
"Euuh aahh, periih, aduuhh. duburr guee. ampuunn, paak" rintih Shania.
"Aaahh, dikit lagi neengg ayoo, sstt. aahh, oohh", Teriak sang rampok sembari goyangannya dipercepat.
Rupanya ia akan segera klimaks, tak lama kemudian ia akhirnya menyemburkan air maninya didalam lubang anus Shania. Air maninya sangat banyak sampai menetes keluar menyelusuri anus dan paha Shania.
Goyangan sang rampok semakin cepat, lalu tangan kirinya menjambak rambut Shania ke arah belakang. Lalu ditariknya tubuh Shania sampai punggung Shania telah menempel di dada sang rampok. Sang rampok segera menggerayangi payudara Shania dari belakang sambil ia menciumi leher Shania yang sexy. Dengan penis yang masih mengenjot dubur Shania. Kumis sang rampok yang tebal mencucuki leher Shania, sehingga ia merasa geli. Shania hanya bisa memejamkan mata menahan derita itu sambil sesekali merintih, dan mendesah sehingga desahannya semakin merangsang semua rampok yang ada dikamar tersebut.
"Euuh aahh, periih, aduuhh. duburr guee. ampuunn, paak" rintih Shania.
"Aaahh, dikit lagi neengg ayoo, sstt. aahh, oohh", Teriak sang rampok sembari goyangannya dipercepat.
Rupanya ia akan segera klimaks, tak lama kemudian ia akhirnya menyemburkan air maninya didalam lubang anus Shania. Air maninya sangat banyak sampai menetes keluar menyelusuri anus dan paha Shania.

Rampok itu tersenyum puas akhirnya ia bisa merasakan pantat seorang gadis cantik yang sangat sexy bahkan anusnya lah yang pertama kali ditembusnya. Setelah itu kembali giliran rampok yang lain, kali ini ia memaksa Shania untuk berlutut dan melayani penisnya dengan mulutnya. Penis rampok yang berikut ini sungguh besar dan sudah berdiri tegang. Shania tak ada pilihan lain untuk melayani kemauan rampok itu. Dengan ganas rampok itu menggoyang-goyangkan penisnya dimulut Shania.
"Ayoo. sedoott, yang kencaang ayoo", Bentaknya sembari memegangi kepala Shania dan mengarahkannya maju mundur.
Hentakannya sangat cepat sampai-sampai buah zakarnya memukul-mukul dagu Shania. Tak sampai 10 menit ia pun tidak tahan lagi, sentuhan lidah dan bibir Shania membuat penisnya mabuk berat. Ia pun segera memuntahkan air maninya yang banyak di dalam mulut Shania,
"Aaahh, enaak, aahh, aahh, Ouhh, Oouhh, sstt", Erangnya sambil menahan kepala Shania agar tidak lepas saat ia berejakulasi dan seluruh air maninya tumpah ruah di dalam mulut Shania.
Shania terpaksa menelain air mani itu sampai habis. Setelah itu para rampok yang lain tidak sabar lagi, mereka maju bersamaan rupanya Shania diperkosa rame-rame. Seorang mengambil posisi untuk menyerang dari belakang, tubuh Shania ditaruh diatasnya dengan posisi memunggungi rampok tersebut. Lalu yang lain menyerang vagina Shania sementara seorang mengambil posisi di dada Shania meletakkan penisnya dan bergerak maju mundur diantara payudara Shania didempetkan sehingga menjepit penisnya, seorang lagi mengangkangi kepala Shania memasukkan rudalnya ke mulut Shania seorang rampok yang lain mengambil tangan kanan Shania membuatnya mengocok penis nya. Rasanya sungguh nikmat dikocok oleh tangan mungil Shania mereka terus mengerjai Shania mantap di posisinya masing-masing mereka terus bergiliran berotasi mencicipi anus, vagina, payudara, mulut dan ketiak Shania
Beberapa saat kemudian Shania tidak tahan lagi ia akhirnya hancur juga pertahanannya, akhirnya Shania ejakulasi dengan deras, cairan Shania keluar sangat banyak karena ia sedari tadi menahan rangsangan yang ia terima. Peristiwa itu disambut para perampok dengan teriakan-teriakan tertawa membahana, bahkan tanpa rasa jijik seorang dari mereka menjilat cairan vagina Shania.
"Sluurrpp, sluurrpp, hmm, nikmaat, rasanya air kegadisan gadis ini, hahaha."
Shania dikeroyok selama setengah jam, tidak lama kemudian satu persatu nyaris bersamaan para perampok itu orgasme di tempat 'proyek'-nya masing-masing.
Tubuh Shania yang seksi itu sudah penuh oleh sperma. Para perampok tertawa puas, Shania berpikir mimpi buruknya telah berakhir, ternyata ia salah, 3 orang rampok yang pertama rupanya belum puas, mereka merangsek maju lagi dan memperkosa Shania untuk kedua kalinya. Bahkan salah seorang dari mereka mengambil obeng yang mereka pakai untuk membuka pintu dan memasukkan gagang obeng besar itu ke vagina Shania Dikocok-kocoknya vagina Shania dengan gagang obeng itu, Shania menggeliat kesakitan dan kenikmatan. Ia memang merasakan perih di lubangnya tapi juga merasakan kenikmatan tiada tara. Shania menggeliat dan membanting tubuhnya ke kiri dan kekanan membuat rampok itu semakin cepat mengocok vagina Shania dengan obeng akhirnya Shania kembali ejakulasi untuk kedua kalinya.
Sang rampok begitu senang melihat cairan mengalir deras dari vagina Shania lalu kembali ia menggarap tubuh Shania sampai puas. Kedua rekan yang lain dengan sabar menanti giliran. Akhirnya Shania digilir oleh masing-masing rampok itu 2x. Setelah puas menggarap Shania rampok itu segera beranjak pergi sambil membawa barang jarahannya meninggalkan Shania masih bugil terkulai lemas di ranjangnya yang penuh dengan bercak sperma dan darahnya. Dia hanya bisa menangis sesenggukan meratapi nasibnya.
"Oh mimpi buruk apa aku", isaknya.
"Ayoo. sedoott, yang kencaang ayoo", Bentaknya sembari memegangi kepala Shania dan mengarahkannya maju mundur.
Hentakannya sangat cepat sampai-sampai buah zakarnya memukul-mukul dagu Shania. Tak sampai 10 menit ia pun tidak tahan lagi, sentuhan lidah dan bibir Shania membuat penisnya mabuk berat. Ia pun segera memuntahkan air maninya yang banyak di dalam mulut Shania,
"Aaahh, enaak, aahh, aahh, Ouhh, Oouhh, sstt", Erangnya sambil menahan kepala Shania agar tidak lepas saat ia berejakulasi dan seluruh air maninya tumpah ruah di dalam mulut Shania.
Shania terpaksa menelain air mani itu sampai habis. Setelah itu para rampok yang lain tidak sabar lagi, mereka maju bersamaan rupanya Shania diperkosa rame-rame. Seorang mengambil posisi untuk menyerang dari belakang, tubuh Shania ditaruh diatasnya dengan posisi memunggungi rampok tersebut. Lalu yang lain menyerang vagina Shania sementara seorang mengambil posisi di dada Shania meletakkan penisnya dan bergerak maju mundur diantara payudara Shania didempetkan sehingga menjepit penisnya, seorang lagi mengangkangi kepala Shania memasukkan rudalnya ke mulut Shania seorang rampok yang lain mengambil tangan kanan Shania membuatnya mengocok penis nya. Rasanya sungguh nikmat dikocok oleh tangan mungil Shania mereka terus mengerjai Shania mantap di posisinya masing-masing mereka terus bergiliran berotasi mencicipi anus, vagina, payudara, mulut dan ketiak Shania
Beberapa saat kemudian Shania tidak tahan lagi ia akhirnya hancur juga pertahanannya, akhirnya Shania ejakulasi dengan deras, cairan Shania keluar sangat banyak karena ia sedari tadi menahan rangsangan yang ia terima. Peristiwa itu disambut para perampok dengan teriakan-teriakan tertawa membahana, bahkan tanpa rasa jijik seorang dari mereka menjilat cairan vagina Shania.
"Sluurrpp, sluurrpp, hmm, nikmaat, rasanya air kegadisan gadis ini, hahaha."
Shania dikeroyok selama setengah jam, tidak lama kemudian satu persatu nyaris bersamaan para perampok itu orgasme di tempat 'proyek'-nya masing-masing.
Tubuh Shania yang seksi itu sudah penuh oleh sperma. Para perampok tertawa puas, Shania berpikir mimpi buruknya telah berakhir, ternyata ia salah, 3 orang rampok yang pertama rupanya belum puas, mereka merangsek maju lagi dan memperkosa Shania untuk kedua kalinya. Bahkan salah seorang dari mereka mengambil obeng yang mereka pakai untuk membuka pintu dan memasukkan gagang obeng besar itu ke vagina Shania Dikocok-kocoknya vagina Shania dengan gagang obeng itu, Shania menggeliat kesakitan dan kenikmatan. Ia memang merasakan perih di lubangnya tapi juga merasakan kenikmatan tiada tara. Shania menggeliat dan membanting tubuhnya ke kiri dan kekanan membuat rampok itu semakin cepat mengocok vagina Shania dengan obeng akhirnya Shania kembali ejakulasi untuk kedua kalinya.
Sang rampok begitu senang melihat cairan mengalir deras dari vagina Shania lalu kembali ia menggarap tubuh Shania sampai puas. Kedua rekan yang lain dengan sabar menanti giliran. Akhirnya Shania digilir oleh masing-masing rampok itu 2x. Setelah puas menggarap Shania rampok itu segera beranjak pergi sambil membawa barang jarahannya meninggalkan Shania masih bugil terkulai lemas di ranjangnya yang penuh dengan bercak sperma dan darahnya. Dia hanya bisa menangis sesenggukan meratapi nasibnya.
"Oh mimpi buruk apa aku", isaknya.

Jujur gua gk suka oshi gua di giniin
BalasHapusJancok
BalasHapusJancok sg gae blog
BalasHapusAda-ada aja yang buat, gak ada otak nye
BalasHapusAda-ada aja yang buat, gak ada otak nye
BalasHapusSiapa buat blog kaya ini, gue gak terima oshi gue di giniin
BalasHapusSiapa buat blog kaya ini, gue gak terima oshi gue di giniin
BalasHapusCasino queen online review: best casino for Japan
BalasHapusCasino queen review: online dafabet casino with free spins no deposit クイーンカジノ for US players and 11bet a 150% Welcome bonus with registration. Sign up for a new account,
Casino queen of spades - Japanese
BalasHapusCasino queen of spades is an amazing クイーンカジノ online game that offers a variety of casino games to choose from. The game consists 11bet of an endless dafabet selection of features